Dana APBN bangun 5 paket pelabuhan terpadu & halte sungai di Tanjabtim

Tanjabtim. Ttanssumatera.id
Ditahun ini 2020 sebanyak lima paket pekerjaan dana dari APBN yang dikelola oleh dari kementrian perhubungan untuk membangun 1unit Pelabuhan sungai dan 4 paket pekerjaan pembangunan halte sungai di kab.Tanjabtim.

Kegiatan ini merupakan program kementrian dan disesuaikan dengan perkembangan pembangunan yang berhubungan dengan arus transpotasi laut dan sungai didaerah kabupaten tanjung jabung timur (tanjabtim) provinsi jambi.

Piltu dinas perhubungan Hadi Firdaus saat dikonfirmasi melalui sekdis Rizaldi 08/07 mengatakan bahwa pada tahun ini ada 5 paket pekerjaan dari sumber dana APBN untuk pembangunan satu unit pelabuhan sungai di kecamatan kuala Jambi dan 4 unit pembangunan halte sungai dikecamatan lainnya.
ujar Rizaldi.

Pekerjaan yang menggunakan dana APBN dengan jumlah lebih kurang 18 m iu diperuntukkan untuk membangun satu unit pelabuhan sungai dan empat unit pembangun halte sungai pada kecamatan berbak mendahara ulu dan kuala jambi.

Yang mana pungsi dari darmaga pelabuhan sungai terpadau, untuk bongkar muat barang dan penumpang. Karena pelabuhan sungai yang ada dikampung laut itu juga apungnya (bisa turun naik) sesuai keadaan air. Imbuhnya

Sementara untuk pembangunan halte sungai berpungsi untuk penyeberangan kendaraan maupun orang dan bongkar barang yang sipatnya harian. Untuk halte sudah positif ada 4 unit tahun ini. Jelas Rizaldi.

Jadi empat halte sungai memiliki dermaga apung yang bisa turun naik sesuai dengan wilayah kita pasang surut akan dibangun 4 unit yakni,” dikuala lagan, parit Jawa Timur, Desa sungai beras dan sungai Rambut. Urainya.

Ini proyek positif dikerjakan karena sudah ada pemenang lelangnya, jadi terkait pekerjaan ini kita terima apabila sudah siap. Karena semuanya kita tahu dan terima barang siap.dan kalau sudah dihibahkan baru menjadai tanggung jawab daerah.

Jadi harapan kita ujar Rizaldi dengan adanya dermaga sungai dan halte sungai guna untuk memperlancar arus dan transportasi sungai karena selama ini kita masih ketergantungan dengan keadaan alam. Karena pelabuhan ini bisa menyesuaikan dengan keadaan air pada saat pasang dan surut.(003).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: