
BAKAUHENI (6 Maret 2026) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan lonjakan signifikan pada Angkutan Lebaran 1447 H/2026 di lintasan penyeberangan tersibuk nasional, Bakauheni–Merak. Sebanyak 1.512.463 penumpang pejalan kaki dan 353.901 kendaraan diperkirakan akan menyeberang dari Sumatera menuju Pulau Jawa selama periode mudik tahun ini.
Angka ini menunjukkan tren kenaikan dibanding tahun 2025, dengan proyeksi pertumbuhan penumpang sebesar 11,2% dan kendaraan meningkat 10,5%. Untuk mengantisipasi mobilitas tersebut, ASDP menyiagakan 57 unit kapal dengan total proyeksi 2.949 trip perjalanan.
General Manager PT ASDP Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba, menegaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah sinergi antara operator dan regulator (KSOP/BPTD) demi kelancaran operasional.
”ASDP berkomitmen mendukung penuh setiap kebijakan manajemen lalu lintas dari regulator. Kami berkoordinasi intensif agar jadwal operasi, kapasitas layanan, hingga pengaturan arus kendaraan berjalan aman, tertib, dan lancar di tengah dinamika arus yang tinggi,” ujar Partogi.
Posko Angkutan Lebaran tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 13–31 Maret 2026. Periode ini menjadi tantangan tersendiri karena beririsan dengan dua hari besar nasional, yakni Hari Raya Nyepi (18–19 Maret) dan Idul Fitri (21–22 Maret).
Corporate Secretary PT ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa kolaborasi lintas instansi adalah fondasi keberhasilan mudik tahun ini.
”Sinergi antara regulator, aparat, dan seluruh pemangku kepentingan sangat krusial. Kami juga telah menyiapkan pengaturan operasional sesuai SKB lintas instansi untuk mengurai kepadatan,” jelas Windy.
Guna memprioritaskan penumpang dan kendaraan pribadi pada masa arus balik (23–29 Maret 2026), kendaraan logistik besar (Golongan V B hingga IX) akan dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu menuju Bojonegara. Selain itu, selama periode tersebut berlaku kebijakan tarif satu harga (single tarif).
ASDP kembali mengingatkan masyarakat mengenai transformasi digital layanan penyeberangan. Tidak ada penjualan tiket langsung di pelabuhan.
”Prinsip kami tetap: No Ticket, No Ride. Pengguna jasa wajib memiliki tiket paling lambat H-1 sebelum keberangkatan melalui platform Ferizy. Tiket sudah bisa dipesan sejak H-60,” tegas Partogi.
Kesiapan Fasilitas & Personel
Untuk mengawal kelancaran mudik, ASDP menyiagakan:
- 786 personel operasional.
- Fasilitas pendukung: Buffer zone, sistem delaying, CCTV, dan layanan kesehatan 24 jam.
- Optimalisasi waktu sandar kapal (port time).
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan mematuhi pengaturan petugas di lapangan agar perjalanan mudik berlangsung nyaman dan selamat sampai tujuan.(*)
![]()
