TRANSSUMATERA.ID, Jakarta, 10 April 2026 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil menunjukkan ketangguhan operasional dalam mengawal mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Meski terjadi lonjakan signifikan di berbagai lintasan utama, ASDP mampu menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan terkendali.
Keberhasilan ini selaras dengan pernyataan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang menegaskan bahwa seluruh moda transportasi—darat, kereta api, laut, dan udara—berjalan optimal tanpa kendala menonjol pada arus mudik maupun balik tahun ini.
Capaian positif ASDP diperkuat oleh hasil survei berbagai lembaga independen:
- Survei ITS: Mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 82,15 (kategori Baik), meningkat 3,45 poin dari tahun lalu. Khusus untuk moda penyeberangan, IKM tercatat mencapai 77,48.
- Lembaga KedaiKOPI: Menunjukkan 88,8% responden puas terhadap manajemen mudik pemerintah.
- Indikator: Mencatat tingkat kepuasan sebesar 85,3% di kalangan pemudik.
Di tengah dinamika operasional, ASDP berhasil memitigasi titik krusial seperti Pelabuhan Gilimanuk yang sempat mengalami kepadatan selama dua hari pada puncak arus. Situasi tersebut efektif terurai pada hari ketiga melalui langkah strategis: penerapan buffer zone, percepatan layanan kendaraan besar, serta prioritas bagi kendaraan roda dua.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kunci keberhasilan ini adalah kolaborasi lintas sektor. “Sinergi antara ASDP, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, KSOP, BPTD, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas layanan. Kami mengapresiasi dukungan semua pihak dalam menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Heru.
Sejak awal periode, ASDP telah mengantisipasi trafik di empat cabang utama (Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk) dengan pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat siklus layanan. Selain itu, digitalisasi melalui platform Ferizy menjadi tulang punggung dalam mengatur arus reservasi kendaraan secara tertib.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif tunggal disertai stimulus diskon memberikan dampak nyata. Hingga 31 Maret 2026, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp30,05 miliar (84,52% dari target), dengan tingkat penerima manfaat mencapai 116,92%.
Secara kumulatif (H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB), performa 15 lintasan pantauan nasional mencatat:
- Total Penumpang: 4.722.213 orang (Naik 6,6% dibanding tahun lalu).
- Total Kendaraan: 1.215.273 unit (Naik 8% dibanding tahun lalu).
Melalui pencapaian ini, ASDP berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas layanan melalui inovasi berkelanjutan guna memastikan setiap perjalanan pengguna jasa tetap penuh kepastian, bahkan di tengah puncak mobilitas nasional.(*/BT)
![]()

