KURANGNYA KESIGAPAN PELAYANAN” DESA Budur Kec. Ciwaringin, Cirebon Keluhkan Proses Pembuatan e-KTP yang Tak Kunjung Selesai

CIREBON, Trans-sumatera id – Warga Desa Budur kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon keluhkan pembuatan Kartu Tanda Penduduk KTP dan Kartu Keluarga KK. Hingga lebih dari tiga bulan belum juga mendapatkan KTP dan KK tersebut”

Seperti diungkapkan warga Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Adi Jumadi”sudah tiga bulan yang lalu saya mengajukan mermohonan pembuatan KK dan KTP. ke pihak desa,” katanya. Ia pun sudah menyetorkan uang sebesar Rp.150 ribu untuk admitrasinya pembuatan KTP dan KK, dan dijanjikan dalam kurun waktu dua minggu sudah selesai, saat berbincang dengan awak media Trans-sumatera id dirumahnya, Senin (7/12/20).

Namun hingga kini, KTP, KK yang dijanjikan oleh pihak perangkat desa tidak kunjung sampai hingga sekarang,karna KTP dan KK sekarang sangatkah penting,” katanya. Ia pun berharap KTP dan KK tersebut bisa secepatnya diselesaikan oleh pihak yang bersangkutan.

Hal yang sama diungkapkan Dulah, warga Desa BUDUR RT 06 RW 01, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. “Akhir Oktober lalu saya mengajukan pembuatan dua KTP serta KK,” katanya. Kedua dokumen itu dijanjikan selesai dalam kurun waktu dua minggu dan paling lambat satu bulan, KTP dan KK jadi kurang lebih 2 minggu untuk 2 KTP dan KK tersebut.

Kepala cabang LBH Panglima Hukum Cirebon, Acep Rianto, pun mengeluhkan hal yang sama. “Warga selalu mengeluh karena KTP dan KK yang mereka ajukan tak kunjung jadi. Padahal sudah berbulan-bulan,” katanya.

Acep mengaku sangat berharap kepada pihak kecamatan serta dinas dukcapil terkait untuk bisa secepatnya pembuatan, menyelesaikan KTP serta KK yang diajukan warga. Sebab selama ini pihak desa lah yang selalu menjadi sasaran kemarahan warga jika KTP dan KK selalu terlambat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Cirebon, Safrudin, saat dikonfirmasi membantah jika pembuatan KTP dan KK di dinas yang dipimpinnya bisa mencapai waktu berbulan-bulan”Jika pengajuan dokumen itu sudah sampai di sini, dalam waktu 1 hingga 2 jam sudah saya tandatangani,” katanya. Sehingga paling lama 1 hari pembuatan KTP dan KK itu sudah selesai.

Safrudin menduga keterlambatan terjadi di tingkat kecamatan. Banyak yang menunggu hingga KTP menumpuk dalam jumlah banyak barulah dibawa ke dinas. “Kemungkinan karena ketiadaan biaya transportasi,” katanya.

Menyinggung dugaan adanya calo sehingga warga harus mengeluarkan biaya pembuatan KTP dan KK yang cukup mahal, Safrudin mengungkapkan kemungkinan tersebut harus ditelusuri. “Apakah yang meminta itu berbaju dinas atau tidak. Harus ditelusuri,” katanya. Padahal berdasarkan peraturan daerah pembuatan KTP hanya sebesar Rp 7.500 dan KK pun Rp 7.500.

Tahun depan, lanjut Safrudin, dengan menggunakan dana dari APBD Kabupaten Cirebon pihaknya akan membuat baligho yang berisi peringatan kepada warga untuk mewaspadai terjadinya percaloan pembuatan KTP dan KK. “Tujuannya untuk mempersempit kerja calo itu,” katanya.(Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: