TKW di Bawah Umur Asal Desa Tanjung Agung (Pesawaran) Diduga Dibackup Kades

TRANSSUMATERA-Setelah viral di medsos kasus pemberangkatan TKW asal Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, diduga di backup oleh Kadus.

Ketika di konfirmasi via telpon selulernya, dia mengaku mengumpulkan mereka, Misnan dan Supri dan sudah membuat perjanjian bahwa dalam jangka waktu 15 hari dari sejak ditandatangani surat itu, pihak Tuniah melalui adiknya Misnan, akan mengupayakan ada komunikasi antara Mislina dengan ibu kandungnya.

Lain hal nya Zaidan selaku penerima kuasa dari orang tua korban pemberangkatan TKW atas nama Mislina yang ilegal, pihak Misman dan Tunia beserta bapaknya harus bertanggung jawab dalam hal ini, karena dari cara mereka merekrut Lina yang masih di bawah umur itu saja sudah bertentangan dengan peraturan perundangan-undang.

Edi Suryadi selaku LSM TOPAN RI menanggapi terkait keberangkatan Mislina ke Malaysia sebagai TKW. Dia menegaskan bahwa sanksi mempekerjakan anak di bawah umur menurut UU perlindungan anak itu jelas sangat bertentangan,apalagi tidak ada persetujuan dari orang tua secara tertulis.

Selain diatur dalam UU ketenagakerjaan, larangan mempekerjakan anak juga di atur dalam pasal 761 UU No,35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak (“UU 35/2014) yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan /atau seksual anak.

“Atas pelanggaran pasal di atas yaitu di pidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp200 juta,” jelasnya, pada Minggu (08/08/2020).

Dia meminta kepada wartawan untuk melaporkan kasus itu ke KPAI. “Lapaorkan saja kepada KPAI, Propinsi Lampung, agar lembaga perlindungan anak dapat mengawal pelaporan nya kepada aparat penegak hukum,” katanya. (amuri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: