Realisasi DAK Di SMA N 1 Waway Karya, Diduga Bermasalah

TRANSSUMATERA — Realisasi Pembanguan Ruang Kelas Baru (RKB) Sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020, SMAN 1 Waway Karya, Lampung Timur, diduga bermasalah.

Pasalnya dari hasil investigasi dan pengakuan Nara sumber mengungkapkan jika realisasi kegiatan pembanguan tersebut jauh dari pada kesan transparasi, bahkan malah codong seperti proyek siluman, sebab dalam kegiatan pembanguan tersebut pihak sekolah atau pemborong tidak memasang plang kegiatan. “Saya kerja jadi tukang disini sudah hampir satu bulan, namun memang sejak awal saya bekerja hingga saat ini saya tidak sama sekali melihat palang yang kamu maksudkan,” ujar pekerja.

Selain itu, penggunaan bahan material dalam pekerjaan tersebut diduga tidak mengacu pada juklak dan Juknis, seperti penggunaan kayu racuk dan perbandingan semen – pasir yang sangat jauh.

Untuk mendapatkan keuntungan yang besar, diduga oknum yang bermain pada kegiatan pembanguan tersebut juga melakukan oplos bahan material pasir, sebab terdapat dua jenis pasir yang berbeda yang disatukan pada pengadonan semen.

Menurut pengakuan Nara sumber yang tidak mau ditulis namanya dalam pemberitaan mengukapkan jika permainan dalam menggerogoti anggaran DAK tersebut juga terjadi pada bahan material kayu kusen dan material besi pasalnya selain mengunakan ukuran besi yang lebih kecil, merk yang digunakan juga berbeda, dan harganya tentu lebih murah. ” Itu kusenya pake kayu kelas KW 2 dan untuk Merek Besinya itu beda dengan yang ada di rancangan pembangunan dan harganya jauh lebih murah,” ungkapnya.

Selain itu, sumber juga mengungkapan jika terdapat pengurangan bahan material dalam pekerjaan pembanguan tersebut.

Sumber mengharapkan agar pemerintah terkait atau aparat penegak hukum dapat melihat dan melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.

Ingin tahu apa tanggapan dari kepala sekolah setempat, tunggu berita selanjutnya. (Amuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: