Menjadi Guru ” Zaman Now” Dan Cara Pembelajaran Siswa Memasuki Era Canggih

JAKARTA,Transumatra – Generasi milenial adalah seseorang yang lahir di tahun 1980 keatas. pada generasi tersebut terjadi perubahan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat. Begitupun dengan guru zaman now, harus dapat mengimbangi perkembangan jaman tersebut.

Proses pembelajaran saat ini dihadapkan dalam dua pilihan yaitu, luring (luar jaringan) dan daring (dalam jaringan). Untuk pembelajaran luring dengan mengikuti proses belajar dari media televisi (TVRI), setiap hari menayangkan materi pelajaran disesuaikan dengan jam dan jenjangnya masing-masing. Atau saat siswa mengerjakan tugas tertulis dan tidak terkoneksi internet. Jika pembelajaran di grup whatsapp (WA) kelas, termasuk kedalam daring (sebab menggunakan internet, tetapi grup Whatsapp ini bersifat sederhana dengan komunikasi dua arah antara siswa dengan guru, ataupun orangtua siswa dengan guru. Guru menginformasikan tugas dan mengirim video dari youtube . Siswa wajib mengirimkan tugas berupa foto saat mengerjakan tugas dan hasil tugasnya. Guru mengoreksi dan memberikan nilai. Bisa juga dengan Video Call (VC) dengan 3-4 orang siswa berupa tanya jawab langsung.

Untuk pembelajaran daring menggunakan berbagai aplikasi yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seperti, Rumah Belajar, Ruang Guru, Google for Education, Sekolahmu, dan lainnya. Atau dengan platform digital, seperti Google Classroom, Zoom Meeting, dan Google Meet. Aplikasi dan platform tersebut dapat digunakan dengan mengaktifkan akun email dari siswa ataupun orangtua siswa. Dengan Classroom (ruang kelas dunia maya), seorang guru dapat berinteraksi secara langsung bersama siswa. Berkomunikasi melalui forum, membahas materi, dan mendiskusikannya bersama. Tugas yang dikirimkan guru terlihat di tugas kelas. Guru langsung mengoreksi dan memberikan nilai siswa serta memberikan komentar. Dalam membuat evaluasi lebih mudah dengan menggunakan google form. Siswa mengerjakan secara online dan guru dapat mengetahui serta menganalisis hasil evaluasi siswa dengan cepat. Absensi siswa juga terdata dengan baik dalam google form. Pertemuan siswa dan penjelasan atau paparan materi pelajaran dari guru disampaikan dalam Google Meet dan Zoom Meeting.

Saat menyampaikan materi pelajaran akan lebih variatif dan inovatif, jika guru mampu membuat video pembelajaran yang menarik. Dengan memasukkan materi bentuk presentasi (powerpoint) dan menambahkan teks, suara, gambar, video, bahkan animasi 3 dimensi. Guru menyimpan file menjadi video kemudian di-upload ke channel youtube guru. Youtube perlu diisi dengan materi pelajaran, sebab youtube yang ditonton oleh banyak orang isi kontennya jauh dari dunia pendidikan. Memperlihatkan kegiatan keluarga, wisata kuliner, wisata alam, hiburan, ataupun viral dengan hal yang unik demi mendapatkan banyak like and subscribe.

Teacher be Youtuber adalah kata yang pantas disandangkan untuk bapak dan ibu guru yang berubah menjadi seorang youtuber. Ada kebanggaan tersendiri saat siswa melihat sekolah, kepala sekolah, atau guru kelas berperan sebagai pembicara atau narasumber. Dengan aktifnya guru sebagai youtuber, maka siswa dapat menonton konten-konten yang bersifat positif dan memberikan semangat untuk tampil lebih baik. Beberapa guru membuat konten khusus tentang tutorial video pembelajaran, google form, dan lainnya. Banyak juga guru yang memberikan penjelasan berdasarkan materi mata pelajaran tertentu. Khusus untuk matematika, guru membuat pembahasan materi, contoh soal, dan penyelesaiannya. Tidak hanya itu saja, hasil tugas dan kreatifitas dari siswa berupa video (tari, puisi, atau pidato), foto, poster, reklame, ataupun hasil karya lain siswa dikumpukan oleh guru lalu ditambahkan dengan musik, suara, dan gambar yang menarik, kemudian di-upload ke channel youtube guru. Namun, sangat disayangkan channel youtube milik guru tidak banyak mendapatkan like and subscribe dari para penonton.

Bangga terhadap bapak dan ibu guru yang mampu mengembangkan diri dalam berkreativitas demi mengikuti perkembangan. (Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: