Pemprov Lampung Melakukan Upaya Untuk Menekan Angka Stunting

TRANSSUMATERA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan upaya untuk menekan angka stunting dengan menggerakkan seluruh jajaran pemerintahan hingga ke Kabupaten dan Kota. Selasa (25/8/2020).

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia beranggapan bahwa untuk menekan kasus stunting, diperlukan kerjasama antar dinas terkait.

Chusnunia juga menjelaskan bahwa anggaran yang urgen terutama untuk tekan kasus stunting harus diutamakan. Beberapa situasi yang ditemukan, terkadang ada programnya namun karena penempatannya kurang harmonis maka dampaknya kurang signifikan.

“Hari ini kita melakukan koordinasi untuk memastikan apakah program-program baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk kerangka penanganan stunting sudah dilakukan secara harmoni seluruh dinas seperti Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PMD, Dinas Pemukiman, Bappeda, dan beberapa dinas terkait lainnya termasuk Dinas PPPA,” kata Nunik.

Fokus kegiatan penekanan stunting terletak diempat kabupaten yaitu Kabupaten Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Timur dan Lampung Selatan.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. (RLS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: