Warga Lampung Tengah Protes Pembagian BLT ke DPRD

Lampung Tengah,Transsumatera.id – Masyarakat Lampung Tengah mendatangi Kantor DPRD. Mereka protes dengan pembagian yang dianggapnya tidak adil dan dinilai ada penyelewengan.

Anggota Pelon Dalmas Inti Polres Lampung Tengah bersama tiga 3 Pleton Dalmas Kerangka dari 3 Rayon Polsek jajaran melaksanakan Simulasi Penangan Unjuk rasa Pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) di Kampung Buyut Udik Kec. Gunung Sugih Lampung Tengah, Simulasi Dilaksanakan Dilapangan Polres lampung Tengah, Senin (27/07/2020).

Dalam simulasi ini seolah-olah panitia menyiapkan pembagian BLT dan warga masyarakat yang di data adalah atas dasar perangkat kampung untuk mendapat bantuan pembagian BLT dari Pemerintah terkait dengan Pandemi Covid-19.

Setelah warga masyarakat kampung menerima BLT dan rupanya ada beberapa masyarakat yang tidak terima dengan pembagian BLT tersebut dikarenakan pembagian tidak merata. Masyarakat pun yang menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut mengadakan musyawarah dengan warga yang lain untuk melakukan aksi demo di kantor DPRD Lampung Tengah karena tidak meratanya pembagian BLT yang merupakan hak dari pada masyarakat serta diindikasi dana BLT tersebut telah diselewengkan oleh panitia pembagian BLT.

Selanjutnya, Kapolsek Gunung Sugih melaporkan informasi kepada Kapolres Lampung Tengah bahwa akan diadakannya unjung rasa yang dilakukan oleh warga yang tidak puas terkait pembagian BLT yang berada di Kampung tersebut.

Massa yang datang ke Gedung DPRD Kabupaten Lampung Tengah dalam aksi melakukan unjuk rasa mengenai pembagian bantuan langsung tunai yang tidak merata dan diindikasikan adanya permainan dan penyelewengan dana BLT tersebut yang tidak merata diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu yang mana masih banyak adanya bantuan tersebut yang tidak mendapatkan bantuan.

Anggota Polri disini anggota SatSabhara Polres Lampung Tengah melakukan pengamanan di lokasi DPRD Kabupaten Lampung Tengah serta ditambah dengan anggota tim negosiator Polwan dari Polres Lampung Tengah.

Unjuk rasa berawal damai, akan tetapi lama kelamaan aksi unjuk rasa semakin memanas dan menimbulkan kerusuhan.
Di mulai dari aksi massa membakar ban bekas dijalan serta massa yang tidak terbendung dan memanas karena aspirasi yang meraka inginkan tidak terealisasi.
Merasa di abaikan, massapun melempari petugas yang berjaga melakukan pengamanan dan petugas Dalmas berusaha memukul mundur supaya tidak melakukan anarkis dan petugas melindungi diri menggunakan tameng dengan sikap formasi berlindung.

Kasat Sabhara memerintahkan anggotanya untuk menembakkan gas air mata dan water cannon serta Dalmas terus mendorong massa untuk mundur.
Dalam situasi yang memanas tersebut ,massapun terpontang panting mundur hingga ada massa yang pingsan maupun terluka saat insiden tersebut.
Akan tetapi team Dokter Kesehatan Polres Lampung Tengah segera menolong massa yang mengalami luka-luka untuk segera mendapat pertolongan pertama.
Dalam beberapa jam, akhirnya unjuk rasa yang berujung anarkis tersebut dapat dikendalikan oleh anggota Dalmas Satuan Sabhara Polres Lampung Tengah Dan Anggota Dalmas Kerangka Dari Polsek Jajaran Polres Lampung Tengah.

Unjuk rasa yang berakhir anarkis tersebut merupakan pertunjukan dalam Lomba Fungsi Sabhara yang dilaksanakan sejajaran Polda Lampung serta Latihan anggota Sat Sabhara Polres Lampung Tengah.
” Pengendalian massa yang disimulasikan bila terjadi unjuk rasa dan berakhir anarkis dalam penanganan unjuk rasa dan menunjukkan SOP penanganannya dalam unjuk rasa yang berakhir anarkis”, Jelas Kasat Sabhara Polres Lampung Tengah AKP Zulkifli, S.Sos., mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto, S.Ik., S.H., dalam keterangannya.

Kegiatan tersebut langsung dihadiri dan disaksikan oleh Dir Samapta Polda Lampung Kombes Pol Bambang Ponco Sutiarso, S.H., M.H., beserta tim penilainya dalam pelaksanaan Lomba Fungsi Sabhara yang dilaksanakan sejajaran Polda Lampung.

Dir Samapta menyampaikan bahwa pelaksanaan yang di pertunjukkan oleh Sat Sabhara Polres Lampung Tengah sudah sangat baik, “dalam penanganan unjuk rasa yang berujung anarkis dan Ia juga menambahkan bahwa semangat yang dilakukan oleh Anggota yang melaksanakan simulasi tersebut sangat luar biasa dan kami atas Dit Samapta Polres Lampung Tengah mengucapkan terimakasih atas pertujukannyang ditampilkan”, Pungkasnya.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: