Bandar Lampung Transsumatera — Mewujudkan Masyarakat yang berdaya dan Sejahtera secara finansial telah menjadi visi utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bagi OJK, kemandirian ekonomi masyarakat bukan sekadar target kerja, melainkan sebuah harga mati untuk membangun pondasi stabilitas sektor keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Untuk mewujudkannya, langkah nyata telah dilakukan OJK Provinsi Lampung dengan fokus pada dua pilar utama yang saling melengkapi yaitu peningkatan literasi keuangan dengan memberikan edukasi agar masyarakat memahami karakteristik, manfaat dan risiko produk keuangan. Serta melindungi masyarakat dari jeratan investasi bodong dan pinjaman online ilegal.

Kemudian perluasan inklusi keuangan dengan membuka akses seluas-luasnya terhadap layanan perbankan, pasar modal dan perasuransian. Selain itu juga menyediakan program pembiayaan mikro yang mudah dijangkau oleh para pelaku UMKM dan masyarakat di daerah – daerah pelosok.

Sepanjang Tahun 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung secara aktif memperluas program edukasi, literasi dan inklusi keuangan ke berbagai kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Lampung.

Antara lain pengukuhan bunda literasi keuangan pada Juli 2026. Dimana OJK Lampung mengukuhkan Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung beserta bunda literasi di tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Lampung yang bertujuan memperkuat edukasi hingga ke lingkungan keluarga.

Kemudian OJK Edu Talk & Edu Visit yaitu Kegiatan edukasi langsung ke daerah-daerah, seperti di Kampung Dwimulyo Kabupaten Tulang Bawang pada Oktober 2026, Kabupaten Mesuji pada Agustus 2026, serta bersama Komunitas Wanita Nelayan di Pulau Pasaran, Bandar Lampung pada September 2026.

Apresiasi patut diberikan saat OJK gencarkan petani cerdas finansial untuk memperkuat literasi dan akses keuangan bagi masyarakat khususnya petani. Melalui kegiatan ini OJK berharap petani semakin cerdas dalam menglola keuangan, bijak memilih pembiayaan dan mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk mendukung pengembangan usaha.

OJK juga hadir di pondok pesantren.
Kegiatan edukasi melalui program EPIKS (Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan Syariah) yang digelar di Pondok Pesantren Assahlil Kabupaten Lampung Timur pada September 2026 tersebut mengajak para santri mengenal pengelolaan keuangan, layanan keuangan syariah hingga investasi pasar modal.

Guna mendorong budaya menabung sejak dini dan pembukaan rekening bagi pelajar melalui sinergi dengan pemerintah daerah OJK menghadirkan program literasi pelajar dan KEJAR (Satu rekening satu pelajar). Untuk Provinsi Lampung program ini telah dilaksanakan di SD Negeri 3 Wiyuran Kalianda, Lampung Selatan, SD Negeri 1 Sekincau Lampung Barat dan sekolah-sekolah di Bandar Lampung.

Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengungkapkan melalui arah strategis literasi dan Inklusi Keuangan, OJK menargetkan masyarakat tidak hanya sekadar punya dan tahu tetapi benar-benar paham cara mengelola keuangan mereka demi mencapai kesejahteraan jangka Panjang.

“Sepanjang tahun 2025 hingga Maret 2026, TPAKD telah melaksanakan 42 kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang menjangkau hampir 12.500 peserta di Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung” jelas Otto Fitriandy.

Orang nomor satu di OJK Provinsi Lampung ini optimis dengan sinergi dan kolaborasi yang dilakukan OJK bersama Pemerintah Daerah maupun instansi terkait melalui program edukasi, literasi dan inklusi keuangan secara berkesinambungan, akan mewujudkan masyarakat Lampung cerdas, mandiri dan berdaya secara finansial.(Desi)

Loading

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *