Bandar Lampung, Transsumatera – Pemerintah Kota Bandar Lampung menargetkan penanganan drainase di 41 titik banjir rampung 100 persen pada akhir 2026. Hingga 12 Oktober 2026, progres pengerjaan secara keseluruhan rata-rata telah mendekati 50 persen.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Irwan, mengatakan pekerjaan drainase di puluhan titik tersebut terus dikebut agar selesai sesuai target yang ditetapkan.
“Drainase rata-rata hampir 50 persen pada 12 Oktober lalu. Harapannya semua bisa selesai di tahun 2026 semuanya 100 persen,” ujar Irwan.
Di antara 41 titik tersebut, Pemkot Bandar Lampung memberikan perhatian khusus pada Jalan Pulau Sebesi dan Jalan Sultan Haji di belakang Mall Boemi Kedaton (MBK). Kedua lokasi itu menjadi proyek unggulan penanganan banjir pada tahun ini.
Di Jalan Pulau Sebesi, Dinas PU mengalokasikan anggaran Rp2,079 miliar untuk memperbesar dimensi drainase. Saluran yang sebelumnya memiliki lebar sekitar 50–60 sentimeter akan diperbesar menjadi satu meter.
Perubahan dimensi tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi genangan yang kerap terjadi di sepanjang jalan tersebut. Pembuangan air tetap diarahkan menuju Way Balau.
“Harapannya genangan yang terjadi sebelumnya hilang, atau paling tidak berkurang secara signifikan. Arah buangannya tetap ke Way Balau. Jadi dimensinya kita ubah, alirannya kita lancarkan,” jelasnya.
Hingga minggu kedua Oktober 2026, progres pengerjaan drainase di Jalan Pulau Sebesi telah mencapai 21,26 persen. Pekerjaan itu ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.
Selain Jalan Pulau Sebesi, penanganan banjir di Jalan Sultan Haji belakang MBK juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan akses keluar masuk warga.
Irwan menjelaskan, kawasan permukiman tersebut hanya memiliki satu akses jalan. Ketika banjir cukup tinggi, warga berpotensi kesulitan keluar masuk karena tidak memiliki jalur alternatif.
“Di Sultan Haji itu permukiman terisolasi, akses keluar masuk cuma satu jalan. Kalau banjir agak tinggi, warga tidak punya akses lain,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan itu, Dinas PU menyiapkan skema penyaluran air dari Jalan Sultan Agung, kawasan RS Graha Husada, hingga Sultan Haji menuju satu jalur pembuangan di Jalan Sultan Haji 2.
Selanjutnya, aliran air akan diarahkan menuju Way Balau. Skema tersebut diharapkan membuat aliran air lebih lancar sekaligus mengurangi risiko genangan yang mengganggu aktivitas warga.
Pemkot Bandar Lampung kini terus mempercepat pengerjaan di seluruh lokasi agar target penyelesaian 41 titik penanganan banjir dapat tercapai pada penghujung 2026. (Muh)
![]()
