TRANSSUMATERA, 31 Maret 2026 — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatatkan keberhasilan dalam mengelola arus mudik dan balik Lebaran 1447 H / 2026. Berdasarkan data kumulatif nasional di 15 lintasan pantauan utama, ASDP berhasil melayani 4.722.213 penumpang selama periode H-8 hingga H+8, atau meningkat 6,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain jumlah penumpang, volume kendaraan juga tercatat naik signifikan menjadi 1.215.273 unit, atau meningkat 8% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 1,12 juta unit.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa kelancaran arus tahun ini merupakan hasil dari kesiapan operasional komprehensif yang didukung penuh oleh penguatan digitalisasi layanan.
”Capaian kelancaran layanan dan distribusi trafik yang merata adalah buah dari optimalisasi armada serta penerapan sistem online ticketing Ferizy. Kami menjaga kinerja penyeberangan tetap andal meski terjadi lonjakan mobilitas,” ujar Heru.
Untuk memastikan arus tetap mengalir di simpul vital seperti Jawa, Sumatera, dan Bali, ASDP menerapkan sejumlah langkah strategis:
- Pola Operasi Adaptif: Penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) saat terjadi kepadatan.
- Manajemen Arus: Pengaturan delaying system melalui titik buffer zone.
- Stimulus Tarif: Pemberian diskon tarif dan single tarif untuk mendorong distribusi perjalanan yang lebih merata.
Sinergi Lintas Sektor
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari kolaborasi intensif bersama pemangku kepentingan. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menekankan bahwa koordinasi antara kementerian, lembaga, TNI/Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama keselamatan dan kenyamanan pemudik.
Senada dengan Menhub, Heru Widodo mengapresiasi dukungan dari Danantara Indonesia, BP BUMN, Kemenko Infrastruktur, hingga seluruh masyarakat. “Kepatuhan pengguna jasa dalam membeli tiket melalui Ferizy jauh hari sebelumnya sangat berkontribusi menjaga kelancaran di pelabuhan,” tambahnya.
Terkait berakhirnya pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas (sesuai SKB Tahun 2026), sempat terjadi lonjakan kendaraan logistik di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk dengan antrean berkisar 3–10 kilometer.
Merespons hal tersebut, ASDP bergerak cepat dengan menambah jumlah perjalanan (trip) dan memaksimalkan kapasitas armada. “Kami terus melakukan percepatan layanan secara adaptif agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kenyamanan penumpang umum,” jelas Heru.
Data Arus Balik (H-8 s.d H+8)
Hingga 30 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat:
- Penumpang: Sebanyak 814.821 orang telah kembali dari Sumatera ke Jawa (99% dari total pemudik).
- Kendaraan: Sebanyak 218.822 unit telah kembali ke Jawa (mencapai 100% dari jumlah kendaraan saat arus mudik).
Menutup keterangannya, Heru menegaskan bahwa ASDP akan terus melakukan evaluasi berkelanjutan. “Sebagai penghubung vital transportasi nasional, kami berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang prima, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indonesia.”
CORPORATE SECRETARY
PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)
![]()

