
Tanjabtim. Transsumatera.id
Dalam memutus penyebaran virus desaese covid 19 serta persiapan belajar pertemuan tatap muka (PTM) sebagai mana keinginan mentri pendidikan Nasional Nadiem Anwar Makarim. B.A.,M.B.A terhadap belajar tatap muka, saat ini diindonesia baru mencapai 20% jika dibandingkan ditingkat asia sudah mencapai 80%.
Dalam menunjang pelaksanaan pertemuan tatap muka (PTM) pemerintah melalui dinas pendidikan terus memeberikan edukasi dan motivasi terhadap para guru/tenaga pendidik melalui suntikan vaksin sinovak agar kegiatan proses belajar mengajar bisa berjalan sebagai mestinya.Namun tetap mengedepankan prokes.
Pemerintah pusat dan daerah gencar menyesuarakan pencegahan dan penyebaran virus desaese covid 19. Mulai dari cuci tangan, pakai masker serta jaga jarak, kemudian pencegahan dilakukan pula dengan memberikan suntikan vaksin sinovak yang berpungsi untuk memberikan kekebalan tubuh/ imun tubuh yang kuat dari serangan virus corona.
Sebagai mana yang dilakukan oleh para guru disekolah lain termasuk SMAN 5 Tanjabtim yang terletak dikelurahan Pandan Jaya kecamatan geragai kabupaten tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) provinsi jambi. Turut melakukan suntikan vaksin sinovak tahap pertama guna untuk mempertahan kan imunitas tubuh, dari serangan virus covid 19.
Kepala sekolah SMAN 5 Fitri Kurniasih.S.Pd panggilan akrabnya ibu Fitri kepada awak media mengatakan bahwa pada rabu 21/04/21 sebanyak 34 orang guru disekolah kami telah diberi suntikan vaksin sinovak, ya usai disuntik ujar ibu Fitri semuanya masih sehat sehat saja.imbuhnya
Miskipun demikian lanjut ibu Fitri, masih ada 8 orang guru kami yang hamil, jadi pada hari itu tidak bisa untuk diberikan suntikan vaksin karena beresiko, berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim kesehatan PKM Sp Pandan yang melakukan penyuntikan vaksin.
Jadi dari 42 orang guru SMAN 5 yang sudah mendapatakan suntikan vaksin sinovak tahap pertama sebanyak 34 orang. sedangkan 8 orang yang hamil tidak diberi suntikan vaksin corona.(beresiko).jelasnya.
Untuk itu ibu Fitri berharap dikernakan vaksin ini akan diberikan sebanyak dua kali suntikan dengan limit waktu 14 hari, kita harus tetap memperharikan protokol kesehatan, yang telah ditetapkan oleh satgas covid 19. Agar pertemuan tatap muka (PTM) diharapkan bisa terlaksana sebagai mana petunjuk, dan korona secepatnya berakhir.pungkasnya.(003).
![]()
