Pekerjaan Sumur Bor Tahun 2019 Tak Kunjung Selesai, Kades Purwodadi Beralasan Faktor Alam

Lampung Selatan (TRANSSUMATERA.ID)-Desa Purwodadi dalam Kecamatan Tanjung Sari pada tahun 2019 melaksanakan pekerjaan sumur bor yang menggunakan Dana Desa (DD). Namun, pelaksanaan pengeboran sebanyak 3 (tiga) titik yang berada di dusun 1b dan dusun 4 Desa setempat itu hanya 2 (dua) titik yang terlaksana dan bisa dimanfaatkan oleh warga, sedangkan 1 (satu) titika lagi yang terletak di dusun 4 RT 01 hingga kini terbengkalai.

Warga Desa setempat kepada Awak Media ini menjelaskan, pekerjaan pengeboran air bersih untuk masyarakat itu dilaksanakan pada tahun 2019 lalu, dengan anggaran untuk 3 (tiga) titik pengemboran sekitar Rp. 108.000.000. Namun dikarnakan ketidak profesionalan Tuparno sebagai Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) akhirnya pekerjaan itu hingga kini terbengkalai bahkan dana yang dianggarkan untuk titik pengeboran air bersih didusun 4 RT 01 sekitar Rp. 36 juta itu musnah tak membekas, hingga kini pertanggung jawaban Tuparno sebagai Ketua TPK tak jelas. Padahal Tuparno telah membuat pernyataan diatas Materai disaksikan oleh Kadus, Ketua ketua RT dan tokoh masyarakat Dusun 4, kalau Tuparno akan menyelesaikan pekerjaan tersebut pada tahun 2020, namun janji tinggal janji, ternyata hingga akhir bulan Desember 2020 ini pekerjaan itu tak kunjung diselesaikan oleh Tuparno. Parahnya lagi, Kepala Desa Purwodadi Dalam, Sugino.S.Pd terkesan tutup mata dengan permasalahan itu.

“Proyek pengeboran air bersih Itu dikerjakan menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2019, sampai sekarang pekerjaan itu tidak selesai, “jelas warga yang minta Identitasnya dirahasiakan.

Masih katanya, pekerjaan pengeboran air bersih yang tidak selesai itu ada dititik Dusun 4 RT 01, bahkan pekerjaanya sempat berpindah pindah dari lokasi titik yang tanahnya sudah dihibahkan oleh warga.

“Awalnya, pengeboran air bersih itu memang dikerjakan diatas lokasi tanah yg sudah di hibahkan oleh warga, oleh Tuparno dititik itu langsung dibangun tower bak untuk penampungan air, tower itu selesai dibangun namun pengeboran tidak menemukan Sumber air karna pengeboran terhalang oleh batu, sehingga pengeboran gagal dan bergeser dari lokasi itu, “kata dia.

Setelah pindah lokasi pengeboran, sambungnya, disitu pun kembali mendapat masalah sama seperti pengeboran dititik pertama yaitu pengeboran kembali dipindahkan karena pengeboran dilokasi itu kembali terhalang batu.

“Ya, pengeboran kembali gagal dan kembali pindah untuk ketiga kalinya, dititik yang ketiga itu, pengeboran tidak terhalang batu dan menemukan sumber air, namun sayang debet airnya sangat kecil diperkirakan tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan masyarakat RT 01 bahkan posisi sumur bor sangat jauh dengan letak Tower bak penampungan yg telah dibuat, ” bebernya.

Seharusnya, sambungnya, Tuparno lebih dulu mengerjakan pengeboran, setelah pengeboran selesai dan sumber airnya maksimal baru Tower bak penampungan air dikerjakan, namun Tuparno lebih dulu mengerjakan Tower bak penampungan air, akhirnya tower bak penampungan air itu mubazir.

“Ini terlihat tidak ke PProfesioanalanya cara kerja Tuparno, warga dusun 4 RT 01 sepakat menolak hasil kerja pengeboran Air bersih yang dikerjakan olehTuparno, akhirnya pada tanggal 26 Januari 2020 Tuparno membuat perjanjian akan menyelesaikan pekerjaan pada bulan September tahun 2020 dan perjanjian itu tertuang diatas pernyataan yang menggunakan materai Rp.6000, namun hingga akhir bulan Desember 2020, pekerjaan itu tidak diselesaikan olah Tuparno, “pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa Purwodadi Dalam, Sugino. S.Pd saat dikonfirmasi terkait tidak selesainya pekerjaan pengeboran air besih yang menggunakan Dana Desa (DD) T.A 2019 di Dusun 4 RT 01, menjelaskan, pekerjaan tersebut memang benar tidak selesai namun itu bukan kesalahan Tuparno sebagai penanggung jawab pekerjaan.

“TPK sudah melaksanakan pengeboran sebanyak empat titik di Dusun 4 RT 01 namun tidak menemukan sumber air, ini bukan kesalahan tehnis tapi faktor alam dan permasalahan ini pun sudah kami laporkan pada Pendamping Kabupaten dan Dinas PMD, ” katanya melalui pesan singkat WhatsApp belum lama ini.

Dia menambahkan, “semua itu sudah kami laporkan Dinas PMD kabupaten Lampung Selatan dan keputusanya pun itu sudah kami Musdes kan dan akan dilanjutkan pekerjaanya pada T.A Dana Desa (DD) 2021, ” pungkasnya. (Amuri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: