Kader PKK Sawahlama Keluhkan Potongan Uang Jahit Baju

TRANSSUMATERA.ID – Beberapa anggota kader PKK mendatangi kantor kelurahan Sawahlama untuk mengeluhkan adanya pemotongan uang dasar baju PKK yang notabene diberikan secara cuma-cuma alias gratis oleh ketua TP PKK kota Bandarlampung.

Uang yang seharusnya diterima utuh sebesar Rp 200 dengan jumlah anggota 100 kader namun di potong sebesar Rp 150 ribu per orang, Selasa (22/12/22).

Salah satu ketua Pokja yang berna Erna mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya merasa kecewa lantaran hanya menerima uang sebesar Rp 50 ribu sebagai ongkos jahit baju. Ia menambahkan karena memang setiap anggota Pokja tidak mendapat intensif dari PKK kota Bandarlampung.

” Kami hanya menerima Rp 50 ribu, tapi kalau saya tidak ambil. Tapi ada beberapa anggota lainya yang mengambil uang tersebut. Mana cukup Rp 50 ribu buat jahit baju, dan yang saya gak suka kader saya suruh nebus uang baju seragam yang memang diberikan secara gratis,” keluhnya.

Sebelumnya saya melakukan konfirmasi ke ibu lurah, tapi mereka berkelit dan bilang itu semua hoax. Bu lurah sempet bilang kalau dia telah mengeluarkan uang sebesar Rp 10 juta untuk membelikan seragam PKK yang di bagikan ke kader PKK kelurahan Sawahlama.

” Rp 50 ribu yang diberikan ke kader itu uang ganti untuk menjahit baju, sementara yang Rp 100 itu untuk membayar baju seragam PKK yang sudah diberikan ke kader, karena sebelumnya bu luruh pernah bilang kalau untuk membeli baju seragam menggunakan uang pribadi miliknya,” bebernya

Saat di konfirmasi, Ketua PKK Sawahlama Erma Wati sempat menolak memberikan penjelasan terkait uang tersebut. Namun, akhir Erma didampingi sang suami Lurah Sawahlama Ridwansyah di Kantor Kecamatan mau dikonfirmasi. Penjelasan Erma justru sedikit berbeda dengan penjelasannya saat di kantor kelurahan dihadapan para kader.

Dijelaskan Erma, dirinya hanya menerima uang Rp150 ribu dari Ketua PKK Kecamatan TkT. Uang itu dibagikannya ke para kader secara gelondongan melainkan dengan melihat kinerja para kader. Setidaknya cara ini telah disepakati oleh seluruh ketua PKK se-Kecamatan TkT atau sebanyak 5 kelurahan.

Menurut pengakuannya, uang dengan pembagian nominal Rp50 ribu diperuntukan bagi seluruh kader, sedangkan bagi kader yang aktif kebagian sebesar Rp150 ribu, sedangkan 4 ketua Pokja diberi uang masing-masing Rp200 ribu.

“Karena kita engga ada kas untuk membuat papan struktur dan berkas-berkas, sebesar Rp3 juta kita pegang, ada juga dikas kita simpan untuk keperluan sewaktu-waktu kalau ada kegiatan mendadak. Ini saya bagi-bagi biar merata sesuai kinerja, malah sebenarnya bukan 100 kader, kita ini kalau dihitung ada 110 kader termasuk saya,” tandasnya. (Din/RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: