Tiga Oknum BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, (Satpel) Pelabuhan Bakauheni Menyalahi Aturan.

LAMPUNG SELATAN (TRANSS) – Diduga tiga Oknum petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, menyalahi ketentuan dan wewenang tugasnya sebagai pengawas pelayanan kapal di pelabuhan penyeberangan Bakauheni.

Berdasarkan informasi dan investigasi dari sumber yang dapat dipercaya, tiga orang oknum tersebut merupakan , 1 ASN, dan 2 Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN).

Oknum petugas Satpel Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, sangat di keluhkan oleh pihak pelayaran lintasan selat sunda Merak – Bakauheni, pasalnya oknum tersebut sering mengengkerkan kapal secara sepihak, tanpa sepengetahuan Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, dan acap kali melakukan arogansi bahkan ancaman kepada pihak pelayaran.

Sekretaris Dewan Pengurus Cabang Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (DPC-GAPASDAP) Bakauheni, Lampung Selatan, Yus Sondakh, saat di komfirmasi oleh media membenarkan dengan adanya keluhan dari pihak pelayaran yang tergabung di organisasi Gapasdap, terkait masalah kapal yang di engkerkan sepihak oleh petugas Satpel BPTD Bakauheni tersebut.

Bahkan, pihak DPC Gapasdap Bakauheni pernah melayangkan surat pembelaan terhadap anggotanya, pihak pelayaran yang kapalnya di engkerkan oleh petugas Satpel BPTD Bakauheni tersebut dengan Nomor: 106/DPC-BKH/X/2020, Perihal Sanksi Engker Oleh BPTD, yang di tunjukan oleh Kepala BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung.

“Jelas, pihak pelayaran yang tergabung di organisasi Gapasdap merasa sangat di rugikan, karena pihak pelayaran, kapalnya tidak merasa ada kesalahan, lalu secara sepihak di engkerkan,” ucapnya pada Senin (02/11/2020).

Sementara, hingga berita ini diturunkan BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Harri Indarto belum bisa di hubungi, baik melalui telpon maupun pesan singkat.(Sustari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: