Sekolah Musik Pondok Daud Lindungi Siswa dari Pendemi Covid-19

TRANSSUMATERA.ID-Ditengah pendemi Covid-19, sekolah musik di Kota Bandar Lampung, harus lebih kreatif untuk mencegah siswa terpapar virus mematikan tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Sekolah Musik Pondok Daud Music Care yang berlokasi di jalan Soeprapto No.2 Tanjungkartang, Bandar Lampung.

Dodo Mika, Bos Pondok Daud Music Care, dituntut untuk terus berkreatif untuk mencegah siswanya terpapar virus Covid-19. “Saya selalu mencari jalan keluar untuk setiap masalah yang berdampak buruk terhadap siswa-siswi Pondok Daud, apalagi Virus Covid-19,” kata Dodo, panggilan Dodo Mika, saat bincang santai dengan wartawan TRANSSUMATERA.ID, di pelataran parkir Sekolah Music Care, Jumat, 2 Oktober 2020, sore.

Dodo tak mau siswanya terdampak Covid-19, oleh karena itu pihaknya memberlakukan protokol standar operasi kesehatan kepada sipa pun yang masuk ke lingkungan sekolahnya.

“Saya siapkan semua perlengkapan protokol kesehatannya, termasuk pencatat suhu dan westapel cuci tangan yang dilengkapi dengan hand sanitizer,” kata Dodo didampingi instruktur musiknya.

Dodo yang mengenakan busana t-shirt biru dipadu jins belel, mengaku dengan menjalankan protol kesehatan, siswanya bisa belajar dengan tenang, aman, dan nyaman.

“Kalau belajar daring sangat tidak efektif karena siswa akan kesulitan menyerap pelajaran yang diberikan instruktur musik, yang penting kita harus kreatif dan inovatif dalam mencari solusi mencegah dari pendemi yang sangat berbahaya,” katanya.

Di juga menjelaskan visi sekolah musiknya menjadikan Kota Bandar Lampung berkesenian. “Maksudnya Bandar Lampung berkesenian adalah menjadikan kota ini memiliki seni, khususnya di bidang musik.”

Setiap manusia, dia melanjutkan, sudah dari dianugerahi kesenian dalam berbagai bentuk. “Jadi…mari kita bersama-sama menjadikan kota ini sebagai kota yang berkesenian.”

Berangkat dari situ, Dodo juga ingin mengajak sekolah musik lainnya yang ada di Kota Bandar Lampung untuk bersama-sama maju.

Dodo, tidak menganggap sekolah musik lainnya bukan sebagai pesaing, tetapi sebagai mitra. “Saya sedih kalau ada sekolah musik yang sampai tutup,” ujar lelaki yang sukses menciptakan tiga puteranya sebagai musisi.

Hingga kini, Pondok Daud, sudah melahirkan sejumlah musisi yang cukup populer di Bandar Lampung. Mereka sudah menyebar mengisi acara hampir di seluruh kafe di Kota Bandar Lampung.

Selain melahirkan musisi, Pondok Daud juga menyediakan penjualan berbagai alat musik yang berkualitas dengan harga bervariasi. “Kami tidak menyediakan alat yang berkualitas rendah, semuanya berkualitas bagus,” katanya. (dule)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: