Rudi Kaur Kesra Desa Sido Mekar, Persulit Pencairan dan Diduga Potong BLT

TRANSSUMATERA.ID — Sejatinya bantuan Langsung Tunai maupun Non Tunai dimasa Pandemi Corona, sangat diharapkan sekali bagi warga yang ekonominya sulit, namun apa jadinya jika bantuan yang seharusnya meringankan beban masyarakat justur dipersulit oleh pemerintah desa bahkan melakukan pemotongan dana yang diterima masyarakat.
Seperti apa yang terjadi di Desa Sido Mekar, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut keterangan Nara sumber berinisial Do, kepada LSM TOPAN RI, yang mengungkapan bahwa Rudi selaku Kaur Kesejahteran Rakyat (Kesra) Desa setempat, diduga mempersulit dirinya untuk mendapatkan bantuan.
“saya kecewa pak tehadap Aparat desa yg mempersulit saya untuk mendapatkan hak saya,” keluhnya(26/09/2020).

Iya mengungkapan jika Rudi menahan dana bantuan milik dirinya selama satu bulan, “sampai saat ini saya belom terima dana bantuan BLT tersebut, karena ditahan oleh Rudi Kaur Kesra,” jelasnya.

Iya menerangkan, bantuan tersebut sudah dicairkan melalu Kantor Pos Tanjungan namun sengaja di perlambat.

Selain itu sumber juga mengungkapkan bahwa Rudi melakukan pemotongan dana Bantuan yang diterima olehnya, sebesar Rp 100 ribu rupiah.”saya tidak mengerti pak padahal bantuan itu sudah di cairkan melalui kantor post Tanjungan,dan bantuan yang seharusnya Rp 600,000(enam ratusribu rupiah)hanya saya terima Rp 500,000,saja,itupun karena saya protes kalau ga ya kemungkinan ga di berikan pak,padahal yang lain sudah,” ungkapnya kembali.

Iya meneruskan, selain itu Rudi juga melakukan kebohongan terhadapnya, dengan mengatakan jika bantuan BLT sebesar Rp 300 ribu miliknya dikembalikan ke Kantor Pos, ” lebih parahnya lagi bantuan susulan yang Rp 300,000 sampai saat ini juga belum di berikan dengan alasan sudah di kembalikan ke kantor Post,” tegasnya dengan Nada kecewa.

Ketika dikonfirmasi Melalui via WhatsApp kepala Desa setempat tidak memberikan jawaban apapun terkait adanya dugaan penyalah gunaan wewenang kaur kesra yang berani mempersulit salah satu warganya untuk mendapatkan haknya.

Kades justrus terkesan tidak perduli dengan apa yang di alami warganya, begitupun juga dengan sikap Rudi selaku Kaur Kesra yang lebih memilih diam seribu bahasa mendengar keluhan warga masyarakat yang meminta agar haknya di berikan. (AMURI/Julio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: