Gubernur Arinal Apresiasi Bantuan Ventilator dan Virtual Transport Medium dari Partai Gerindra

TRANSSUMATERA.ID – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi pemberian bantuan 6 buah alat ventilator dan 5000 virtual transport medium (VTM) dari DPP Partai Gerindra yang diserahkan Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, di Ruang Abung Balai Keratun, Senin (21/9/2020).

Bantuan yang siap disalurkan ke 7 Kabupaten di Provinsi Lampung ini sebagai upaya penanganan Covid-19 di masing-masing daerah. Daerah tersebut di antaranya Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Tengah dan Lampung Utara.

Dalam sambutannya Gubernur Arinal menyampaikan bahwa Pemprov Lampung telah mengambil langkah langkah dalam penanganan Covid-19 dengan selalu bersinergi dengan TNI dan Polri untuk mengingatkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan baik, seperti mencucui tangan, menggunakan masker, jaga jarak, dan menjauhi kerumunanan.

“Upaya penanganan penyebaran virus Corona ini adalah memerlukan kebersamaan. Kita harus fokus pada upaya-upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dengan melakukan pendekatan yang baik kepada masyarakat terkait bahaya dari penyebaran virus ini sehingga masyarakat dapat mengerti akan pentingnya Protokol Kesehatan dalam menerapkan kehidupan sehari hari, agar tingkat penyebaran virus dapat terkendali, ” ujar Gubernur.

Sementara itu, Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan bahwa persatuan adalah kunci melawan virus tak kasat mata ini.

“Kita harus bersatu dalam menghadapi wabah Covid-19, karena tidak bisa jika hanya pemerintah yang menanganinya tanpa dukungan kita semua. Corona menyebabkan banyak kelumpuhan di segala proses kegiatan di masyarakat, terutama pada bidang ekonomi,” ujarnya.

Ahmad Muzani menambahkan bahwa pada Februari 2020 Covid-19 dinyatakan masuk ke Indonesia. Lalu pada Maret-April 2020 sampai pertengahan Juni 2020, Covid-19 semakin meningkat sehingga seluruh aktivitas harus dihentikan.

Aktifitas itu seperti kegiatan perekonomian, pemerintahan bahkan ibadah harus dari rumah. Mulai bulan Juni 2020, pelan pelan membuka kegiatan seperti biasa, namun justru terjadi kelonjakan kasus yang sangat meningkat.

“Kelambatan pertumbuhan ekonomi pun berlanjut, Produksi tidak maksimal karena keterbatasan penyerapan produk di pasaran. Hal ini terjadi karena banyak hotel tutup, restoran, rumah makan, dan bahkan konsumsi rumah tangga berkurang. pabrik mengurangi karyawan karena ekspor banyak terhenti,” ujar Muzani. (ADPIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: