Kepsek SMAN 1 Sendang Agung Mengakui Dugaan Pungli SPP & Seragam Sekolah

TRANSSUMATERA.ID-Tim Media Radarv News dan Tim Investigasi LSM Topan RI Provinsi Lampung diundang kepala sekolah SMA Negeri 1 Sendang Agung, Renny Liestiawati M.Pd, via telpon/hp, hari jum’at 28/08/2020 karena dari pihak sekolah atau kepala sekolah mau klarifikasi tentang Biaya/pungutan tersebut.

Pada hari senen 31/08/2020, Tim Media Radar News dan Tim Investigasi LSM Topan RI Provinsi lampung memenuhi undangan kepala sekolah SMA Negeri 1 Sendang Agung, Renny Liestiawat S.Pd, M.Pd di jalan raya sendang rejo, desa sendang rejo kecamatan sendang agung kabupaten lampung tengah, untuk konfirmasi secara detail dan mendengarkan klarifikasi dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sendang Agung, Renny Liestiawati S.Pd, M.Pd.
Kepala sekolah, Renny Liestiawati S.Pd, M.Pd dan didampingi beberapa dewan guru, “menjelaskan. mengenai Biaya SPP untuk membayar/gaji Guru Honor, yang diduga Pungutan Liar (Pungli), karena dari jumlah 19 Guru Honor, ada beberapa Guru Honor yang tidak bisa dibayar/gaji dari dana BoS Reguler dan BosDa, sebab tidak memenuhi syarat, Oleh karena itu dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah/Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAPBS/RAKS) SMA Negeri 1 Sendang Agung terdapat Kekurangan dana sebesar Rp. 936.588.000 (sembilan ratus tiga puluh enam juta lima ratus delapan puluh delapan ribu rupiah) maka kami pihak sekolah menyampaikan kepada komite untuk Penggalangan Dana terhadap orang tua/wali siswa/i SMA Negeri 1 Sendang Agung, dan sudah kesepakatan antara komite dan orang tua/wali siswa/i biaya yang dibebankan kepada per siswa/i sebagai berikut ; kelas 1 (X) Rp. 2.700.000 (dua juta tujuh ratus ribu rupiah), jumlah siswa/i 156, kelas 2(XI) Rp. 2.100.000 (dua juta seratus ribu rupiah), jumlah siswa/i 174, kelas 3 (XII) Rp. 1.800.000 (satu juta delapan ratus ribu rupiah) jumlah siswa/i 168. dan untuk itu sudah kesepakat siswa/i dengan indah konveksi, dari pada siswa/i repot mencari sendiri. “ungkapnya.

Disaat Tim Investigasi LSM Topan RI Provinsi lampung mempertanyakan rincian mengenai kekurangan dana dari yang dialokasi dana Bos Reguler dan BosDa Rp. 858.000.000, untuk biaya operasional penyelegaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Sendang Agung, dan bagaimana sistem pembayaran atau gaji Guru Honor yang tidak ditanggung oleh Dana Bos Reguler Atau BosDa, apakah pembayaran/gaji guru honor itu hitungannya ditetap bulanan atau hitungan per jam mata pelaran, karena keterangan dari Kepala sekolah, kekurangan dana sebesar Rp. 936.588.000 (sembilan ratus tiga puluh enam juta lima ratus delapan puluh delapan ribu rupiah), sehingga kepala sekolah meminta kepada Ketua Komite SMA Negeri 1 Sendang Agung, untuk penggalangan dana dari orang tua/wali atau siswa/i yang mana biayanya sudah ditentukan jumlah yang harus dibayar oleh per siswa/i dan sebelum tahun ajaran berikutnya pembayaran biaya itu harus sudah dilunasi oleh siswa/i.
Tetapi Kepala sekolah Renny Liestiwati S.Pd, M.Pd tidak mau menjelaskan, “mengenanai Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah/Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAPBS/RAKS) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) saya tidak menjelaskan, karena tadi saya telpon Inspektorat Provinsi Lampung, Pihak Inspektorat mengatakan, apabila pihak media atau orang tua/wali siswa/i mau melihat atau mengetahui Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah/Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAPBS/RAKS) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) silahkan datang dan tanyakan kedinas pendidikan.

Bila kita hitung secara detail dana dari biaya yang dibebankan kepada siswa/i kelas 1 (X) s/d kelas 3 (XII) ada 498 siswa/i, maka jumlah dana keseluruhannya Rp. 1.089.000.000 (satu miliar delapan puluh sembilan juta rupiah), seprti kita lihat dari kekurangan dana operasional penyelenggaraan pendidikan sekolah dan untuk membayar gaji guru honor diatas dengan jumlah dana yang diduga pungli dari siswa/i masih tersisa Rp. 152.412.000 (seratus lima pulu dua juta empat ratus dua belas ribu rupiah), apalagi kalo dana yang diduga hasil pungli berjama’ah antara kepala sekolah, Renny Liestiwati S.Pd M.Pd, bendahara Setyo Edhi S.Sos Waka/pembina pramuka Endro Waluyo M.Pd dan Komite Sekolah SMA Negeri 1 Sendang Agung, cuma untuk membayar beberapa guru honor dalam 1 (satu) tahun, berarti masih cukup banyak sisa dana yang diduga hasil pungli dari siswa/i tersebut untuk kepentingan pribadi, dan juga diduga kuat kepala sekolah Renny Liestiwati S.Pd M.Pd, bendahara Setyo Edhi S.Sos Waka/Pembina Pramuka Endro Waluyo M.Pd dan Komite Sekolah, mencari keuntungan dan memperkaya diri dengan modus pungli biaya SPP.

Rupanya di SMA Negeri 1 Sendang Agung diduga sudah tradisi dengan melakukan Pungli berjama’a, “pasalnya, ditahun ajaran 2019/2020 dan diwaktu itu kepala sekolah Dra. Hj. Srinu, M.M.Pd juga pernah dipublikasikan/viralkan salah satu media online dengan permasalahan yang serupa yaitu dugaan pungli dana per siswa/i dua juta rupiah lebih yang bermoduskan Biaya Komite/SPP, dan dikala itu juga Endro Waluyo M.Pd ikut hadir dan klarifikasi juga terkait dugaan pungli biaya komite/SPP, Padahal kalau kita lihat di struktur dewan guru SMA Negeri 1 Sendang Agung, Endro Waluyo M.Pd sebagai guru agama dan Pembina Pramuka, dengan demikian kami dari Media KPK dan LSM LPSN Kabupaten Lampung Tengah melihat peran activ Endro Waluyo M.Pd dalam ikut serta klarifikasi mengenai dugaan pungli terhadap siswa/i atau menyangkut pendanaan, maka kuat dugaan bahwa Endro Waluyo M.Pd selalu ikut serta dalam melakukan Pungli biaya Komite/SPP.

Sesuai dengan Peraturan dan Perundang-undangan, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) wajib ditempelkan di papan Informasi dan tempat-tempat yang mudah untuk di lihat oleh karenanya orang tua/wali wajib mengetahui dan melihat Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) tersebut. (amuri/dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: