Bantuan Air Minum dari Pemkab Tanjabtim ke Masjid Alhidayah Sudah Tak Berfungsi

TRANSSUMATERA.ID-Bantuan sarana dan prasarana air minum atau alat pengisian ulang air minum RO dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2019 lalu yang dikelolah pengurus masjid Al-Hidayah, saat ini kondisi alat tidak berfungsi lagi.
Dikatakan salah satu pengurus masjid Al-Hidayah, M. Awaluddin, pihaknya baru menggunakan alat tersebut selama dua bulan dan alat tersebut telah macet.
“Kurang lebih satu minggu ini airnya macet, kalaupun keluar tapi kecil. (keluarnya netes bae),” ungkapnya.
Dijelaskannya, kerusakan terjadi pada Alat RO (Reverse Osmosis) yakni saat air dari RO menuju ke penampungan keluarnya kecil, jadi untuk mengisi ke penampungan akhir mengalir lambat. Dengan hal tersebut, terpaksa harus menunggu lama untuk mengisi satu galon.
“Kalau untuk usaha RO seperti ini tidak cocok. RO seperti ini cocoknya untuk rumah tangga. Kalau untuk usaha kapasitas RO nya harus yang lebih besar,” kata dia.
Lanjut nya, “dengan adanya kerusakan ini kami juga tidak berdiam diri. pernah kami tanya sama kawan untuk perbaikan RO tapi ini mahal, RP.600.000 /RO. Karena RO ada lima Kalau dikalikan sudah berapa.itupun tidak tahan lama nanti macet lagi,” tuturnya.
Lebih lanjut dirinya berharap agar alat RO tersebut dapat segera diganti sama yang kapasitasnya untuk usaha seperti umumnya.
Hal senada juga dikatakan Kaharuddin, sudah seminggu ini alat RO depot air Al- Hidayah yang dikelola pengurus mesjid mengalami kemacetan.
“Bukan berarti macet airnya tidak mengalir. Namun airnya mengalir kecil tidak sesuai yang diharapkan. Padahal waktu baru baru lancarlah, bisa mengisi 80 galon satu hari. Sejak macet ini tinggal 40 galon, itupun dipaksakan dan sekarang tinggal 25 galon sehari yang bisa dijual,” Jelasnya.
Dikatakannya, sejak adanya kemacetan ini kebutuhan pelanggan tidak maksimal. Kadangkala pelanggan marah karena untuk mengisi satu galon bisa makan waktu lama, bahkan pelanggan banyak yang lari ketempat lain untuk membeli air. Akibatnya hasil jual beli pun jauh berkurang.

(Sugianto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: