Asuransi AXA Mandiri Diduga Tilep Dana Nasabah Bandar Lampung

TRANSSUMATERA.ID-Selasa 1 September 2020, pagi hari tim media melintasi jln Teuku Umar Kedaton bandar Lampung, terlihat ada segerombol orang yang berorasi di depan Bank mandiri dengan sepanduk/bener yang bertuliskan KEMBALIKAN UANG KAMI, dan kami korban asuransi AXA mandiri aia Prudential.

A,Edi Purwanto dan istrinya pun mengajak masyarakat agar berani berdemokrasi dan berani meminta hak hak nya sesuai UUD no 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapatnya di muka umum

A,Edi Purwanto menyampaikan agar seluruh itansi yang terkait dapat merespon dan menindak lanjuti dan memberikan keadilan kepada seluruh masyarakat yang di rugikan oleh pihak axa mandiri, a,Edi Purwanto dan istrinya pun menulis keluh kesahnya dan iming iming janji manis pihak axa msndiri sebagai berikut,

Saya punya cerita untuk minta ditanggapi oleh institusi terkait
Banyak kasus yg berkaitan dengan keluhan masyarakat👥👥👥, terkait Asuransi, AXA Mandiri, AIA, prudential, dll…dll
Problem ada pada :

  1. Agen yg kerja tdk sesuai SOP…. Dalam hal ini anggap saja semua agen dikejar target, dalam pelatihan mereka ditanamkan pemikiran jika tidak memenuhi target maka agen tersingkir dari perusahaan, jadi bgmn pun agen diajarkan trik agar calon korban atau target bisa termakan bujuk rayu dengan mengutarakan atas nama kepedulian terhadap keluarga, terhadap anak dan istri, terhadap pendidikan anak, terhadap masa depan anak, tidak mungkin jika tdk ada diskusi spt itu….Tidak semua agen piawai dalam menerkam target demi point, target bonus wisata, bonus mobil, bonus Rp, bahkan mungkin banyak yg akhirnya menggunakan teknik manipulatif dan mengesampingkan etika, norma kemanusiaan dan hati nurani dengan cara mengutarakan hal2 yg positif dari ber asuransi, sementara segi negatifnya tdk pernah diutarakan dg tujuan agar nasabah mau closing, ttd polis. Seperti yg saya alami… Dalam 7 tahun uang bisa diambil, anggep2 nabung, dapat bonus proteksi kesehatan, lebih menguntungkan dari menabung karena dana kita diinvestasikan,…. dll….dll…jika setelah sekian tahun ada masalah seperti nasabah menuntut karena saldo tdk sesuai dg perjanjian awal, maka rata2, agen, sales, fa sdh tdk ada, sdh resign sdh tdk dapat dihubungi,… Dll….dll
    Seandainya kita nuntut ke asuransi pasti perusahaan lepas tangan dan meminta nasabah untuk ngejar agen…
  2. Perusahaan Asuransi yg tdk mau bertanggung jawab atas kesalahan agen….
    Perusahaan yg profesional pasti ada SOP dalam system kerja, dalam perekrutan karyawan, dalam metode pelatihan, jadi jika berhubungan dengan nasabah ataupun pelanggan, andaikan karyawan, agen, sales, fa, atau apapun, baik itu sifatnya karyawan tetap atau honorer atau kontrak, selama dia melakukan pekerjaan yg mengatasnamakan perusahaan berarti apapun yg diucapkan orang tsb mewakili kebijakan perusahaan, jadi apapun pernyataan karyawan tsb kepada konsumen sepenuhnya tanggungjawab perusahaan, pihak perusahaan tidak boleh lepas tangan, tdk boleh lepas tanggungjawab, lalu dg seenaknya menyuruh nasabah atau konsumen mengejar dan menuntut agen tsb… Perusahaan lah yg seharusnya bertanggung jawab terhadap nasabah, terhadap kerugian konsumen,…selanjutnya perusahaan yg harus memidanakan agen tsb…
  3. Nasabah selalu kalah dikarenakan sudah tandatangan polis. Sebelum menyetujui polis, nasabah diiming imingi, dirayu, ditawari, dibujuk oleh agen, yg pasti selalu dikemukakan hal2 positif, hal2 baik atau untungnya, jarang diutarakan kerugian berasuransi.. Nasabah percaya sepenuhnya ke agen, dg janji2 agen…anggep saja ada nasabah yg benar2 ngerti resiko berasuransi dg resiko sebagian uang hilang ada yg mindsetnya sdh terbentuk dan tertanam hal2 positif yg diutarakan agen, lalu bersedia ttd polis setelah menerima polis sebagian nasabah masih membaca polis, dan yg sadar adanya nilai kerugian pasti langsung membatalkan polis, sebagian yg tdk pernah membaca spt saya 9 tahun kemudian baru baca, dan yg tertulis terkadang tdk semua dimengerti oleh nasabah. Jika ada klaim terlambat dikarenakan saldo akhir setelah dicek berbeda dg janji agen perusahaan pasti dan selalu menjadikan ketidaktelitian nasabah dg menyalahkan kenapa ttd polis….. Kenapa???? dstnya. Itu yg jadi senjata perusahaan asuransi..
  4. Bukti rekaman untuk menuntut…. Saat klaim, nuntut, dll jika ada ketidak percayaan thdp perusahaan, dan nasabah mengutarakan janji agen, perusahaan selalu meminta bukti rekaman, bukti tertulis bahwa agen merayu dan menjanjikan hal2 spt itu, itu selalu ditekankan ke konsumen padahal jika di depan fa kita :
    a. Tidak diijinkan merekam atau mem videokan
    b. Jika agennya teman dekat, atau saudara jelas tidak mungkin dan tdk etis merekam pembicaraan
    c. Saya yakin jika 5 atau 19 tahun yg lalu tdk akan mungkin nasabah merekam, terutama teknologi saat itu juga tdk secanggih saat ini…
    Jika kita menuntut secara hukum dg system hukum yg ada sekarang pasti kecil sekali kemungkinan kita menang..
  5. Dana nasabah diinvestkan, dalam hal ini bagaimanapun uang nasabah diputer tetap saja nasabah rugi, nilai uang saat ini dg 10 tahun yg akan datang jelas berbeda. Jika saham tinggi, yg untung perusahaan dan nasabah gigit jari, jika saham turun, nasabah lebih dirugikan lagi
    Anggap tahun ini dg uang 500.000 per bulan kita bisa kredit tanah kapling satu rantai selama 5 tahun, setelah jadi milik kita sepuluh tahun kemudian harga tanah bisa dua kali lipat bahkan lebih…..pungkas a,Edi Purwanto dan istrinya,,

Sampai berita ini di turunkan pihak media belum dapat bertemu pihak axa mandiri ( sugi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: