SUGINO (WARGA SENDANG ANOM GARAP) DIDUGA GARAP ISTRI TETANGA


TRAANSSUMATERA.ID – Berawal dari nyanyian SL selaku suami dari YL, yang menceritaka kronologis kejadian yang menimpa rumah tangganya kepada awak media Rabu (2 Agustus 2020), bahwa dia di telpon seseorang yang mengatakan bahwa istrinya berada di hotel yang ada di kawasan Simpang Pugung Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur.

Setelah mendapat informasi, tanpa pikir panjang SL meluncur ke TKP. Sesampainya di sana ternyata benar bahwa istrinya di dapati tengah berada di dalam kamar hotel bersama laki laki yang juga tetangga sekampungya. Kejadian itu tepatnya 17 Juli 2020.

Pada kejadian itu di saksikan beberapa orang termasuk ada salah satu oknum aparat penegak hukum wilayah setempat,yang pada ahirnya diduga terjadilah kesepakatan perdamaian yang berujung denda ganti rugi Rp 25 juta yang di berikan SG kepada SL agar masalah ini tidak sampai terjerat hukum.

Saat di konfirmasi SL membenarkan adanya kejadian dan kesepakatan tersebut yang di saksikan oleh beberapa orang. Tidak perlu disebutkan namanya.

Lain hal nya yang di sampaikan SG ketika di konfirmasi di tempatnya bekerja. “Saya bingung mas saya tidak merasa ada kejadian seperti yang di ceritakan S,” kilahnya.

Dengan adanya kejadian tersebut seorang tokoh masyarakat merasa kecewa atas prilaku yang di lakukan SG terhadap Istri tetangganya, telah mencoreng nama kampung Sendang Anom kerena perbuatan itu adalah perzinahan yang sangat di kecam keras dari agama manapun juga.

Hal senada yang di sampaikan oleh Julio Anggota LSM TOPAN RI propinsi Lampung terkait masalah yg di lakukan oleh SG dengan nada geram mengatakan prilaku tidak senonoh yang mengakibatkan rusaknya rumah tangga seseorang yang di atur UUD tentang perkawinan maka hal ini seyogyanya harus ada tindakan hukum sepuya ada epwk jera bagi pelaku perzinahan sesuai dengan pasal 417 ayat (1) tentang perzinaan menyatakan setiap orang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami isrtinyadi pidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1(satu)tahun atau denda kategori II. (Amuri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: