Pekerjaan Cor Rabat Beton Dikampung Sendang Ayu – – Mojokerto DiDuga Tidak Sesuai Dengan RAB

TRANSSUMATERA.ID-Pekerjaan pembangunan Cor Rabat Beton dikampung Sendang Ayu dan Mojokerto Kecamatan Padang Ratu Kabupaten Kampung Tengah bersumber dari Dana Aspirasi DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Lampung
Tahun 2020 senilai Mencapai 600 juta yang pengerjaannya diduga tidak sesuai dengan Perbandingan Takaran Matreal Untuk Jenis dan Kelas Beton Sesuai dengan KARAKTERISTIK ( K ) dan diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) yang telah dibuat .

Ketidaksesuaian itu tampak saat awak media kami investigasi di lapangan Tertanggal 13 juli s/d 15 juli 2020 dalam Teknis Pelaksanaan Pekerjaannya dikerjakan dengan manual, akan tetapi Perbandingan Takaran antara semen, pasir dan split tidak sesuai dengan acuan KARAKTERISTIK ( K ) dan jenis kelas Beton, yang Perbandingan Takaran Matreal Tersebut diperkirakan perbandingan, 1 – 4½ – 5 ( 1 sak semen /50 kg, 4½ Dolak Split dan 5 Dolak Pasir ), Dengan adanya perbandingan takaran tersebut sudah jelas tidak ada dalam Jenis Beton Menurut KARAKTERISTIK ( K ) yang mana dalam mutu Betok menurut K merupakan kuat tekanan Beton.

Selain itu, pelaksanaan pekerjaan yang sudah memasuki tahap akhir pengecoran, papan proyek tidak nampak di sekitar lokasi.

Saat dikonfirmasi di lokasi pembangunan, Selasa (13/07) siang, salah warga yang diperintahkan oleh Yayat Kepala Kampung Mojokerto, untuk mengawasi dan ngondinirkan dengan awak media/lsm mengatakan kepada awak media mengakui bahwa proyek pembangunan rabat beton tersebut Anggaran Dana dari Dans Aspirasi yang pelaksanaannya adalah masyarakat Sendang Ayu dan Mojokerto yang mana ketua pelaksananya Bpk Suyantris Masyarakat Sendang Ayu, untuk lebih jelasnya bapak temui saja Pak Lurah Yayat, “jelasnya.

Dengan adanya temuan Perbandingan Takaran yang melebihi Takaran menurut jenis K dan kelas beton diduga kuat ada penyelewengan Dana Aspirasi tersebut untuk mencari keuntungan yang besar dan memperkaya diri pribadi, keluarga atau golongan.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu masyarakat Mojokerto yang berperan mengawasi dilapangan mengarahkan awak media/lsm apabila tidak mau dikordinirkannya untuk menemui Yayat Kepala Kampung Mojokerto. ( ada apa..????????? ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: