Tekab 308 Polres Tulangbawang Ringkus Oknum LSM Tubaba

Tubaba (TRANS)- Oknum Petinggi LSM di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, ditangkap tim Tekap 308 Polres Tulang Bawang, pada Jum’at (19/6/2020)

Terduga Pelaku bernama Wahidin diglandang anggota Polres Tulang Bawang dari rumah yang beralamat di RK 1 Tiyuh (Kampung) Panaragan, sekitar pukul 12.30 Wib, lantaran diduga kuat telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Dikatakan Kasat Reskrim Tulang Bawang AKP Sandy Galih Putra, SH.SIK, mewakili Kapolres setempat AKBP Andy Siswantoro SIK, menjelaskan bahwa Wahidin ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor : LP / 219 / VII / 2019/ PLD LPG / RES TUBA, pada 22 juli 2019 lalu.

“Wahidin ditangkap diduga karena telah melakukan penipuan dan penggelapan sejumlah uang tunai terhadap Ahmad Ansyori, warga menggala mas, Tubaba” kata Kasat Reskrim Polres Tuba, Jum’at (19/6/2020)

Dijelaskan Kasat Reskrim Polres Tuba, sekitar tanggal 23 Juni 2016, Wahidin ingin meminjam uang kepada Ansyori sebesar Rp.40jt, dengan alasan untuk menebus kendaraan mobilnya.

“Namun korban tidak memberikan, lalu Wahidin kembali menawarkan proyek sumurbor miliknya, dan akhirnya korban menyerahkan uang sejumlah Rp.36.000.000,- yang disaksikan Budiman sebagai saksi Ansyori dengan bukti kuwitansi dan ditanda tangani Wahidin”, Ujar AKP Sandy Galih Putra, SH.SIK.

Kasat Reskrim juga mengatakan, Ansyori sempat menagih uang modal dan hasil proyek kepada Wahidin pada tahun 2018 lalu.

“Namun saat ditagih, wahidin justru menjawab proyek sudah diambil orang lain, akhirnya Ansyori meminta uangnya dikembalikan. Akan tetapi hanya Rp.10.000.000,- saja yang di kembalikan,” Kata Kasat.

Akibat perbuatannya, Ansyori mengalami kerugian hingga Rp. 26.000.000,- dan melaporkan ke mapolres Tulang Bawang.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Wahidin terancam dijerat pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP dengan maksimal 4Tahun kurungan penjara.

Ditempat terpisah, Ansyori korban penipuan dan penggelapan, mengapresiasi kerja Polres Tulang Bawang atas penegakan hukum yang dilakukan.

“Saya dan keluarga bersyukur atas kerja profesional Polres Tuba, bagi saya ini kado Hut Bhayangkara Ke 74. Tadinya saya sudah mulai pesimis karena belum ada titik terangnya atas kasus tersebut.” kata Ansyori, Jum’at (19/6/2020)

Menurut Ansor, diduga Wahidin terus mencoba membalikkan fakta dengan dalih urusannya merupakan hutang piutang, padahal dalam keterangan yang tertera didalam kwitansi jelas juga menyeret Dinas PUPR selaku pemilik pekerjaan.

“Ini hukuman dari Allah SWT, 2016 lalu, 3 jam sesudah saya menyerahkan uang 36jt itu, saya, Budi dan Darwin ditangkap Polres Tuba atas kasus Pemerasan, padahal kami disuruh Wahidin. Kami di tangkap polisi dengan OTT, tetapi Wahidin melarikan diri, setelah kami bebas, dan diduga ditipu dengan kesepakatan damai oleh Wahidin, setelah situasi mulai kondusif Wahidin mulai keluar dari persembunyiannya. Mudah-mudahan kasus-kasus yang lainnya bisa segera diungkap” pungkasnya. (Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: