73 orang terima penyaluran BLT DD tahap II Desa Pandan Makmur

Tanjabtim. Transsumatera.id.
Usai menyalurkan bantuan tahap pertama BLT DD kepada warga masyarakat yang terdampak desaese covid 19 didesa Pandan Makmur kecamatan geragai kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) provinsi jambi hari ini senen 15/06 pemdes pandan makmur kembali menyalurkan bantuan tahap ke II dana BLT DD.

Kegiatan penyaluran bantuan BLT DD tahap II sebagai dampak pandemi corona yang dinyatakan sebagai wabah nasional (non bencana alam) diserahkan diaula kantor desa Pandan Makmur.

Tampak hadir dalam menyalurkan bantuan dana BLT DD tahap ke II, kepala desa Ansori, babimkamtibmas, camat geragai, babinsa, BPD, perangkat desa dan seluruh peserta penerima.

Ya,” sebanyak 73 orang warga desa pandan makmur yang mendapatkan bantuan lansung tunai dari dana desa masing masing sebesar 600 ribu perorang selama tiga bulan. Kemudian kegiatan penyaluran bantuan dana BLT DD desa pandan makmur berjalan sesuai dengan standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh tim gugus tugas covid 19.

Kades Pandan Makmur Ansori kepada awak media menyebutkan bahwa ini adalah pentaluran bantuan yang kedua, yang mana sebelumnya kami juga sudah menyalurkan bantuan tahap pertama. Dan kemudian akan menyalurkan tahap ketiga.ujarnya.

Kemudian kades Ansori berharap dengan adanya bantuan dari pemerintah desa sebagai ujud dari dampak pandemi virus corona, agar uang yang sudah diberikan ini dapat dipergunakan sebaik baik mungkin dan jangan dipoya poyakan dan pergunakanlah seperlunya untuk rumah tangga, karena kita belum tahu kapan wabah pandemi ini berakhir. Imbuhnya.

Ya,” ujar Ansori tegas, kalau kita ingin cepat wabah korona ini berakhir tentu dimulai dari diri kita sendiri dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat dengan memperhatikan himbawan pemerintah serta protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh tim gugus tugas covid 19. Diantaranya dengan melakukan cuci tangan, social distencing dan pakai masker, dan untuk saat ini kita harus banyak dirumah saja. Tutur Ansori.

Ya kalaupun mau keluar rumah harus menggunakan masker, menjaga social distencing dan keperluan yang penting penting saja, agar penularan virus yang berbahaya ini dapat kita putus mata rantainya dan pencegahan penularannya. Kerna virus ini ada yang tidak tampak bagi penderitanya seperti orang tampa gejala (OTG). Pungkasnya. (003.md).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: